Menulis Surat: Seni Yang Hilang

Membaca lagi surat-suratmu

Hatiku jatuh rindu

Penamu bicara

Menembus ruang menyapa sukmaku

Kalo Anda pernah tau penggalan syair lagu itu berarti kita seangkatan, hehe.

Sebelum membaca tulisan ini coba sejenak kita ingat kembali kapan terakhir kita menulis surat atau menerima surat pribadi?

Bukalah kotak pos di rumah Anda kalaupun tidak kosong saya yakin isinya tidak jauh dari brosur, rekening koran, atau surat tagihan. Sudah lama ya kita nggak pernah menerima surat pribadi, kartu ucapan, kartu pos yang kesemuanya bersifat akrab, hangat, dan intim.

Kita diserbu oleh cetakan dengan kertas yang tebal, desain yang menarik dan penuh warna warni, tapi kesemuanya itu tanpa hati di dalamnya yang bikin Kita jangankan ingin menyimpannya, membacanya saja malas.

Hilang sudah kebiasaan Kita menulis surat cinta, mengungkapkan rasa yang terpendam di jiwa, menyapa hangat sahabat nun jauh di Sana, surat resmi yang ditulis dengan hati, sekaligus juga jawaban penuh perhatian sebagai balasan atas surat yang kita terima.

Memang sekarang jaman serba mudah, hey tapi ingat hukum paradoxnya, sesuatu yang mudah itu membuat Kita kurang menghargainya bahkan cenderung menyepelekannya.

Dengan mudahnya kita mengetik keyboard laptop atau smartphone toh tidak membuat kita rutin menyapa sahabat kita kan … bahkan saking mudahnya kalaupun menyapa hanya sekadar basa basi tanpa emosi, datar gak ada rasanya …. atau malah kalau tiba-tiba ada kawan lama menyapa Kita sudah terlanjur curiga duluan, “Tumben, jangan-jangan mau minjem uang?” Hayo ngaku …😀

Belajar dari perenungan itulah kemudian saya merasa bahwa menulis surat itu adalah sebuah karya seni, sama halnya seperti lukisan, hasil dari olah rasa yang kemudian dituangkan dalam suatu media. Hasilnya tentu saja bukan hanya memasukkan rasa bahagia ke hati yang menerima tapi terlebih juga ke hati sang penulis atau pelukis itu yang telah bisa melepaskan emosi jiwanya.

Jadi Anda setuju kan bila saya katakan menulis Surat itu suatu seni yang hilang?

About Gema

https://www.facebook.com/gema.indra.9

View all posts by Gema →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *