Hikmah-Hikmah Cerpen Muhammad Diponegoro

Bila ada orang yang umur amalnya melebihi umur jasadnya maka Mohammad Diponegoro-lah salah satunya. Pria yang lahir tahun 1928 dan wafat di tahun 1982 – unik tahun lahir dan wafatnya, tinggal dibalik saja – meninggalkan jejak amal yang sederhana, namun unik, dan memiliki daya ledak yang luar biasa, yang gaung dan gemanya masih terdengar hingga milenium ke-3.

Bila Hamka punya Di Bawah Lindungan Ka’bah, A.A. Navis: Robohnya Surau Kami, Marah Rusli: Siti Nurbaya, maka Odah adalah karya yang tak lepas dan identik dengan penulisnya, Mohammad Diponegoro. Pak Dipo bahkan layak untuk dijuluki ‘Bapaknya’ Odah, gadis sunda kecil penggembala kambing dalam karyanya tersebut.

Kenapa fiksi selalu punya tempat di hati, karena ia syarat dengan kisah hikmah sebagai refleksi diri dan ia juga bisa menasehati pembacanya tanpa merasa digurui.

Dalam cerpen yang berjudul Kakek Dawud Yang Tak Terkalahkan misalnya, Pak Dipo mengajari kita dengan tokoh Dawud yang memiliki kelebihan. Namun, alih-alih disyukuri, kelebihan Dawud ini justru dijadikan ajang kesombongan. Kelebihan Dawud inilah yang akhirnya membawa malapetaka dan membuatnya mati su’ul khotimah.

Dalam judul yang lain, Rumah Sebelah, lagi-lagi pembaca disuguhi cerita yang syarat wejangan. Tentang kepedulian terhadap tetangga, terutama mereka yang hidup serba kekurangan. Bagaimana Duryat yang tengah sukses meniti karir dengan segala fasilitas kehidupannya yang serba mewah dipertemukan secara tanpa sengaja dengan Fahmi kawan sekolahnya yang hidup serba kekurangan. Dan ternyata mereka hidup bertetangga, dinding megah rumah Duryat ternyata menempel dengan gubuk reyot yang dihuni oleh Fahmi beserta anak dan istrinya, dan tempel-menempelnya dinding megah dan gubuk reyot ini bukan baru sehari dua hari terjadi, tapi telah berlangsung selama 15 tahun lamanya.

kisah lain yang berjudul Persetujuan Dengan Tuhan pembaca bisa mengambil hikmah dari tekad seorang Kakek dengan cucunya yang bernama Jambali. Sang Kakek bertekad untuk melakukan suatu pekerjaan yang semua orang bilang itu pekerjaan yang mustahil. Tapi tidak dengan Sang Kakek, karena ia meyakini manfaat yang akan diperoleh banyak orang jika ia berhasil melakukannya. Awalnya sempat muncul keraguan dalam hatinya, ketika itu ia sempat bilang ini memang pekerjaan yang mustahil, dan ia pun tinggalkan pekerjaan itu beberapa saat.

Tapi beberapa bulan kemudian ia bertanya, di dunia banyak hal yang mustahil, tapi apakah ada barang yang mustahil bagi Tuhan?

Lalu pada suatu malam Sang Kakek berdoa, membuat persetujuan dengan Tuhan. Tuhan aku mau melakukan semua ini untuk-Mu, untuk menolong orang banyak. Aku mohon Engkau suka membantuku, karena bagi-Mu tidak ada apa pun yang mustahil.

Itulah sekadar cuplikan yang mudah-mudahan membuat Anda penasaran dan ingin langsung minum mereguk manfaat langusung dari sumbernya secara utuh.

Muhammad Diponegoro

Kepiawaian Alm. Mohammad Diponegoro sudah tak diragukan lagi itulah mengapa Sastrawan sekaliber Pak Taufiq Ismail memujinya: “Mas Dipo itu guru yang suka membagi ilmu. Urutan jalan pikirannya sistematik. Catatan bacaannya, ringkasannya, ditulis dengan rapi. Ketikannya bersih, rapat renggang alinea terjaga. Ungkapan-ungkapan bahasa Indonesia dalam prosanya seperti lempung yang dengan leluasa dia bentuk jadi keramik.”

Terakhir ijinkan saya cuplikan ringkasan cerita Kakek Dawud Yang Tak Terkalahkan, cekidot!

“Ya, kau betul, Mad. Semua orang mengatakan begitu. Coba pikir, Kyai Marjuki punya dua puluh anak. Dawud itu yang tertua. Delapan belas adiknya sekarang sudah meninggal. Tinggal adiknya yang bungsu, salimah namanya. Jadi tinggal Dawud dan Salimah itulah yang masih hidup. Pak Dawud sekarang sudah jadi duda, isterinya mati ketika revolusi. Tambahan lagi, kelima orang anaknya semuanya sudah meninggal juga.”

“Dua Puluh tahun lebih tua dari aku, Mad. Tujuh puluh lima tahun umurnya. Bayangkan! Tampaknya memang seperti sebaya saja dengan aku, bukan Mad? Memang ia orang aneh. Seperti katanya sendiri kepda siapa saja yang dikenalnya, sejak kecil ia tidak pernah sakit.”

“Ya, ya. Ia orang yang tak terkalahkan, Mad.”

Demikianlah penjelasan Sobri, ayah Mamad, tentang kakek Dawud tokoh utama dalam cerpen itu.

Penjelasan yang ganjil tentang siapa Kaked Dawud dari Sobri membuat Mamad jadi tambah tertarik dan penasaran, hingga akhirnya, Mamad pun rutin berkunjung ke rumah Kakek Dawud – tanpa sepengetahuan ayahnya – dan menjadi sahabat yang setia mendengarkan segala kisahnya.

Perlahan Mamad pun mulai mengidolakan Dawud dan kelak ia bercita-cita ingin seperti Dawud, gagah, sehat, dan panjang umur. Namun, pertemuan dua sahabat itu harus terhenti karena Mamad melanjutkan sekolah di kota.

Ketika saatnya liburan tiba, Mamad sudah tidak kuasa membendung keinginan yang membuncah untuk segera menemui sahabat lamanya itu. Namun kerinduannya itu berubah menjadi duka ketika ia dapati kabar dari ayahnya bahwa Kakek Dawud telah meninggal dunia. Belakangan Sobri mengetahui bahwa Mamad ternyata rutin bertemu dengan Dawud di rumahnya. Inilah sekaligus yang mengungkap misteri penyebab kematian Kakek Dawud.

Dawud tak pernah sakit selama hidupnya. Itu anugerah Tuhan, tapi apa sikap Dawud terhadap anugerah itu? Ia menyombongkan dirinya kepada siapa saja yang ia jumpai. Karena kesombongannya ia pun memencilkan dirinya sendiri. Tak punya sanak keluarga dan kerabat. Hingga akhirnya datanglah Mamad yang mau mendengarkan ceritanya. Dawud punya sahabat baru, ia jadi tergantung sama Mamad. Ketika akhirnya Mamad ke kota, Dawud kehilangan tempat bergantung bagi kebanggaan dirinya itu.

Sejak itu kesadaran jiwa Dawud terganggu, ia sering mengutuk-ngutuk kenapa ia tak mati-mati. Kenapa ia tak pernah ditakdirkan sakit. Kesehatannya yang dulu disombongkannya itu sekarang dikutuk dan disesalinya. Bahkan sering ia berteriak memanggil Mamad … Mamad …

Di desanya tak ada orang yang bernama Mamad, hingga para tetangga mengira Dawud telah kemasukan ruh jahat dan mereka mengurungnya di dalam rumah. Dan keesokan harinya mereka menemukan Dawud telah mati.

Dawud tak pernah dikalahkan oleh penyakit apapun. Ia pasti tahu juga hal itu. Jika ia akhirnya mati juga, pastilah ia sendiri yang menaklukan dirinya. Ia mati kejang akibat minum endrin.

About Gema

https://www.facebook.com/gema.indra.9

View all posts by Gema →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *